Cara Membuat Portofolio

Cara Membuat Portofolio – Sekalipun akhir tahun adalah akhir tahun, bahkan semangat belajar mungkin tidak berakhir, ya. Sebaliknya, Anda harus belajar lebih giat karena tahun ajaran baru akan segera dimulai.

Sekarang, tentang hal ini, bagi Anda yang ingin mengajukan beasiswa, melamar pekerjaan atau kegiatan lain, Anda mungkin diminta untuk membuat portofolio. Bahkan hari ini, portofolio bisa dibuat offline atau online, lho. Jadi, apa itu portofolio? Bagaimana melakukannya dan contohnya seperti apa.

Cara Membuat Portofolio

Cara Membuat Portofolio

Pengertian Portofolio

memahami portofolio dapat dilihat dari berbagai perspektif. Dengan demikian, makna portofolio dapat dilihat sesuai dengan konteks di mana ia berbicara. Sebagai contoh, jika di bidang keuangan, portofolio adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk satu set investasi yang dimiliki oleh seseorang atau lembaga.

Kemudian, jika di bidang manajemen strategis dan pemasaran, portofolio adalah istilah untuk menunjuk satu set produk, merek, layanan atau proyek yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumennya.

Bagaimana dengan pendidikan? Jika di bidang pendidikan, portofolio adalah kumpulan informasi pribadi yang merupakan catatan dan dokumentasi pencapaian atau prestasi.

Oleh karena itu pemahaman portofolio, bagaimana melakukannya, dan contoh. Bagaimana, mulai mengerti, kan? Baik di dompet cetak dan online, cobalah untuk menyimpannya seminimal mungkin sambil menanggapi informasi yang diperlukan.

Sumber : quora.co.id

Cara Membuat Portofolio

Setelah mengetahui arti portofolio, bagaimana Anda bisa melakukannya. Bagi Anda yang belum pernah melakukan portofolio sebelumnya, lihat langkah-langkah di bawah ini!

1. Buat daftar isi

Portofolio adalah kumpulan dokumentasi yang menunjukkan pencapaian pendidikan Anda hingga saat ini. Sekarang, dengan membuat daftar isi, Anda akan memudahkan pembaca untuk membaca dokumentasi Anda.

2. Lampirkan data pribadi

Bahkan jika portofolio adalah hasil dokumentasi dari pencapaian Anda, tidak ada salahnya memasukkan data pribadi Anda atau CV singkat sebagai deskripsi singkat tentang siapa Anda. Berikan data pribadi dalam bentuk informasi kontak seperti email, nomor telepon, latar belakang pendidikan dan pekerjaan singkat atau pengalaman kelembagaan.

3. Beri tahu tujuan Anda

Hal berikutnya tentang portofolio adalah menjelaskan tujuan dan pencapaian yang ingin Anda capai. Jelaskan visi dan misi jangka pendek dan panjang Anda. Dengan cara ini, pembaca dapat menilai bahwa Anda adalah seorang visioner dan bahwa Anda memiliki tujuan ketika Anda membuat keputusan.

4. Sertakan Hasil keterampilan dan pengalaman

Di bagian ini, jelaskan secara mendetail dan detail keterampilan dan pengalaman Anda. Anda juga bisa menambahkan highlight agar lebih meyakinkan. Misalnya, tambahkan keterampilan di bidang desain, penulisan, atau fotografi. Berikan penjelasan tentang pekerjaan Anda sejauh ini, mulai dari latar belakang, kapan, di mana dan untuk tujuan apa.

5. Sertakan contoh hasil kerja

Tanpa bukti kerja atau penghargaan Anda, portofolio tentu tidak lengkap. Justru bukti inilah yang membuat portofolio lebih meyakinkan. Dengan bukti ini, pembaca dapat menilai sendiri apakah karya Anda layak untuk referensi atau tidak. Lampiran ini dapat berupa foto, sertifikat, teks atau video.

6. Lampirkan testimonial client

Agar lebih meyakinkan, Anda juga bisa mengenal diri sendiri, termasuk testimonial dari pelanggan lama Anda. Dengan menambahkan kesaksian ini, itu menunjukkan bahwa banyak orang benar-benar memercayai Anda untuk melakukan sesuatu. Tunjukkan dengan jelas nama lengkap orang yang memberikan kesaksian, posisi dan institusi.

Baca Juga :