Debat Capres – KPU Menyerahkan Sisa Pertanyaan Saat Debat Capres

Debat Capres – KPU Menyerahkan Sisa Pertanyaan Saat Debat Capres

 

Debat Capres 2019

Debat Capres 2019

 

Komisioner KPU-RI, Pramono Ubaid, mengatakan bahwa pertanyaan yang tersisa dari anggota panel setelah debat tentang pemilihan presiden diserahkan kepada masing-masing pasangan calon. Dia menyarankan bahwa pertanyaan itu bisa menjadi bahan kampanye kandidat jika dia menerima keinginan orang.

 

BERITA TERKAIT

Gerindra Nilai DPT kacau untuk pemilihan diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri
Dengan dukungan Erwin Aksa, Prabowo-Sandi semakin yakin memenangkan pemilihan presiden 2019
TKD meminta kandidat di Jawa Barat Menginstal gambar Jokowi di alat peraga kampanye
“Setiap kelompok diskusi memiliki rata-rata 20 pertanyaan, dibandingkan dengan setidaknya empat atau lima dalam debat, yang tidak sia-sia, sehingga pertanyaan di luar debat dikomunikasikan ke TKN 01 dan BPN 02 dengan cara yang sama di mana mereka materi dapat memperkaya materi kampanye, “kata Pram, Rabu 20 Maret di kantor KPU di Menteng, di pusat Jakarta.

Menurut Pramono, berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para pembicara tetap rahasia, dan malah berargumen bahwa masalahnya bocor. Oleh karena itu, pada saat ekstraksi, 20 jenis pertanyaan ditawarkan, masing-masing hanya sebagian dipilih untuk bahan diskusi.

“Jadi itu harus sesuai dengan topik, tetapi pada suatu topik, kelompok ahli akan menanyakan rata-rata lima pertanyaan dan akan ada subteks lima, jadi lima kali empat akan membahas 20 topik,” lanjut Pram.

Seperti diketahui kemarin dalam diskusi di antara para kandidat untuk wakil presiden, hanya empat pertanyaan yang dibacakan oleh masing-masing dari mereka. Wakil Presiden 01 Maruf Amin dan Wakil Rektor 02 Sandiaga Uno menerima pertanyaan tentang pengundian tim pemenang sebelum debat dimulai.

Hal ini dilakukan oleh KPU RI untuk meminimalkan kecurigaan dan untuk mencegah masalah tersebut bocor ke lotre. “Jadi lima dari 20 pertanyaan masih dalam undian, kecurigaan bocor kurang,” jelas Pramono.

Sebelumnya, komisi pemilihan Indonesia dikritik setelah undian dalam debat kedua antara calon presiden. Sejumlah partai, terutama BPN 02, mengindikasikan bahwa dua kandidat lotere telah menimbulkan kecurigaan terhadap dua kandidat.

Meskipun ditolak, KPU Indonesia mengklaim bahwa masing-masing tim telah menyetujui keberhasilan sistem desain mangkuk ikan selama persiapan debat.

“Oh, ini hanya teknis.” Apa yang terpisah adalah masalah yang sesuai dengan tema, “kata Komisaris KPU Viryan Aziz di gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 18 Februari 2019.

 

Baca Juga artikel lainnya :