Pentingnya Belajar Ilmu Tauhid Bagi Kehidupan Sehari-hari

abacus-ind.co.id – Beberapa hari yang lalu, Pusat Islam Cirebon, di Jawa Barat, menyatakan bahwa mengingat Haul Sayyidina Husein atau memperingati hari kematian cucu Nabi bertentangan dengan kepercayaan Muslim. Memang, tradisi seperti ini telah menjadi bagian dari praktik Muslim Indonesia, khususnya penduduk Nahdlatul Ulama (NU). Tahlil, istighosah, ray (peringatan kematian), pembacaan Maulid diba ‘e barzanji adalah rekomendasi dari ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Berkat praktik ini, ia mengandung nilai-nilai kebaikan untuk mendekat kepada Tuhan dan mentransmisikan nilai-nilai cinta untuk Nabi Muhammad.

Buku berjudul Aqidah Ahlussunnah Waljamaah,

Translations dan Syarh Aqidatul Lay juga merupakan jawaban tidak langsung yang terus-menerus ditantang oleh orang-orang yang berulang kali ingin merusak kepercayaan warga negara PBB. Inilah keuntungan besar mempelajari ilmu tauhid untuk memperkuat dirinya dalam bentuk gerakan dan doktrin baru yang hanya bertujuan merusak ajaran yang diwarisi dari nabi Muhammad.

Sungguh luar biasa. Kiai Muhyidin Abdusshomad adalah Kiai paling produktif yang ditulisnya, terutama di antara penduduk PBB. Dia menulis tidak hanya buku, tetapi juga di berbagai media lokal dan nasional. Orangnya sederhana, gayanya menulis lancar, mudah dimengerti, terutama orang awam yang tinggal di daerah pedesaan. Dia tidak hanya seorang penulis buku, tetapi juga seorang pengawas perguruan tinggi Islam Nurul Islam, Jember, dan saat ini juga presiden cabang Jember di PBB. Meskipun ia tidak memiliki modal dari berbagai universitas, ia tidak pernah menghentikannya untuk terus memproduksi buku-buku PBB sebagai kontribusi untuk pelestarian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Kehidupan Kiai Muhyidin tidak pernah terpisah dari pelayanan sipil, dari tulisan suci dan pelajaran dari Pesantren dan NU.

Untuk beberapa karyanya yang saat ini diterbitkan, seperti: B. Fiqh Tradisional;

Jawaban harian atas berbagai pertanyaan agama, Tahlil dari sudut pandang Alquran dan As-Sunnah (studi buku kuning), instruksi oleh Qolbu untuk memperoleh kecerdasan spiritual, etika sosial di tengah gelombang perubahan (studi buku kuning ), Hujjah NU; Tradisi Aqeedah Amaliah. Dan yang baru saja diterbitkan adalah Aqidah Ahlussunnah Waljamaah (Terjemahan dan Syarh Aqidah al-Awam).

Aqidatul Awam adalah

salah satu buku yang diajarkan di setiap perguruan tinggi Islam, baik di perguruan tinggi kecil maupun besar. Bahannya dalam bentuk puisi atau Nazham yang ditulis oleh Sayyid al-Marzuqi. Syair-syairnya selalu dinyanyikan oleh para siswa untuk diingat, baik sebelum sholat berjamaah maupun untuk mempelajari buku itu sendiri. Untuk memudahkan pemahaman, Kiai Muhyidin Abdusshomad, baik siswa maupun guru agama, mencoba menerjemahkan dan menjelaskan secara terperinci apa yang dikutip sebagian oleh berbagai buku dalam bahasa Indonesia.

Buku ini adalah buku kecil yang berisi kepercayaan utama ajaran Islam yang melayani Nahdliyin sebagai dasar. Di dalamnya ia menjelaskan ilmu monoteisme dan basis-basisnya. Monoteisme ini menjelaskan keesaan Allah dan buktinya. Buku ini juga menjelaskan atribut Tuhan, atau apa yang disebut Aqoid lima puluh.

Lima puluh Aqoides terdiri dari 20 atribut wajib untuk Allah, 20 atribut mustahil untuk Allah, 1 atribut alam untuk Allah dan 4 atribut yang diperlukan untuk Rasul, 4 atribut mustahil untuk Rasul dan 1 atribut alam untuk rasul. Semua adalah isi dari ajaran yang dirangkum dalam Aqidatul Lay.

Kewajiban untuk mengetahui ke-50 keyakinan ini ditujukan untuk pria yang bertobat dan wanita yang bertobat.

Kewajiban untuk mengetahui 50 kepercayaan ini tidak hanya harus diketahui, tetapi juga dipahami, sehingga umat Islam dapat mengenali kebahagiaan dunia dan dunia luar, yang diperoleh hanya oleh mereka yang mempraktikkan ajaran Islam dengan benar dan benar. .

Melalui buku praktis ini, Kiai Muhyidin mampu menyelesaikan semua masalah yang selalu ingin mengubah tradisi atau praktik yang dipraktikkan oleh umat Islam, terutama warga quasi-Bizantium. Keberadaan buku ini juga merupakan penguat dari buku-buku sebelumnya. Bahasanya sederhana dan dapat dibaca oleh siapa saja, terutama oleh pembaca yang ingin memahami ilmu tauhid.

Baca Artikel Lainnya:

Fungsi Tulang Bagian Atas Terlengkap

Playstore untuk Android – Unduh APK