Saksi-Menara-Kembar-Ki-Hajar-Dewantara-dipenjara-di-Pekalongan

Saksi Menara Kembar Ki Hajar Dewantara dipenjara di Pekalongan

Suwardi Suryaningrat, atau lebih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara, berada di kota Pekalongan dari Mei hingga September 1921. Ya, bapak pendidikan nasional itu dipenjara di Te Pekalongan (sekarang dikenal sebagai Penjara Kota Pekalongan).

Penjara ini memiliki menara kembar yang dibangun pada tahun 1913. Menara kembar ini dulunya

digunakan sebagai tempat pengintaian bagi sipir penjara dan tempat penampungan air.

Buku Ki Hajar Dewantara karya Darsiti Soeratman terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1985 menyebutkan bahwa Ki Hajar dipindahkan tidak lama setelah dibebaskan dari penjara karena pelanggaran bahasa.

Dalam bukti pembebasannya, ia dituduh dengan sengaja dan lisan menghina pemerintah Nederladsch Indie. Ki Hajar divonis tiga bulan penjara.
Baca juga:
Kisah Kerjasama Tamansiswa dengan ABRI dan Berdirinya SMA Taruna Nusantara

Tokoh terpelajar kelahiran 2 Mei 1889 itu pertama kali dibawa ke Lapas Semarang Mlaten

, kemudian dipindahkan ke Lapas Pusat di Pekalongan. Pada tanggal 27 September 1921, pemerintah kolonial Belanda di Batavia menerbitkan surat pembebasannya dari penjara Kota Pekalongan.

“Dulu Lapas ini bernama Gevangenisbewaarder Te Pekalongan. Ki Hajar Dewantara juga pernah dipenjara di sini. Tapi saat itu ia adalah narapidana yang berpendidikan, jadi perlakuannya berbeda,” kata Muhammad Anang Saefulloh, Humas Lapas Kelas IIA di Kota Pekalongan. di detik.com.

Sayangnya, menurut Anang, tidak ada dokumen yang menunjukkan ke blok mana pendidik nasional itu dibawa ke Lapas Pekalongan. “Saya tidak yakin blok mana. Dokumennya tidak ada di sini. Tapi sudah tiga bulan di sini,” katanya.

Tidak hanya Ki Hajar Dewantara, Anang menambahkan ada tokoh lain dalam gerakan kemerdekaan seperti Haji Misbach, tokoh PKI yang juga Sarekat Islam selama dua tahun 1920-1922.

Sementara itu, M Dirkham, pemerhati sejarah di kota Pekalongan

, mengatakan kepada detik.com bahwa keberadaan Ki Hajar Dewantara di Lapas Kota Pekalongan hanyalah jagung.

“Dia sebelumnya keluar dari Lapas Semarang dan kemudian dipindahkan ke Pekalongan. Dia didenda karena menulis dan berbicara, yang merugikan pemerintah saat itu,” kata Dirkham.
Menara Kembar Lapas Pekalongan sekitar tahun 1935 Menara Kembar Lapas Pekalongan sekitar tahun 1935 Foto: doc. KITLV

Dirkham menambahkan, pendiri Tamansiswa ini tidak pernah disiksa selama menjalani hukumannya di Pekalongan karena merupakan narapidana yang berpendidikan. Menurut Dirkham, Ki Hajar diperbantukan ke pemerintahan karena dia pandai berbahasa Belanda.

“Bahkan di Lapas Pekalongan statusnya sebagai napi terpelajar. Namun, ketika napi lain diperlakukan kasar, Ki Hajar Dewantara berbeda. Ia diperbantukan di wilayah administrasi,” kata Dirkham.

“Foto dia baru keluar dari Lapas Kota Pekalongan masih ada. Dokumen (surat gratis) dan baju yang dipakai Ki Hajar di Lapas Pekalongan itu dari Museum Kirti Griya Taman Siswa Yogyakarta.”

Baca Juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id

10