Tren Baru Masyarakat Digital

Tren Baru Masyarakat Digital – Dengan evolusi teknologi informasi dari tahun ke tahun, peluang baru muncul, termasuk kemunculan media online. Media digital semakin berkembang dan berbanding terbalik dengan media lama seperti media cetak.

Ini adalah angka terendah sejak ramalan untuk media tradisional lainnya (majalah, radio, televisi dan buku) telah turun dari 3,4 menjadi 6 persen. Di sisi lain, PwC memperkirakan bahwa media berbasis internet akan tumbuh 0,5 hingga 6 persen.

Tren Baru Masyarakat Digital

Fenomena stagnasi dalam kemunduran kertas dan media global yang telah terjadi di Eropa dan Amerika sejak 2009 telah menjadi semakin nyata di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2017. Ini terbukti dari penutupan sebagian atau total berbagai media cetak, juga oleh kelompok media besar.
Data dari Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa jumlah pengguna Internet di Indonesia semakin meningkat. Selama 15 tahun terakhir (2002 – 2017) akses Internet telah meningkat dari 4,5 juta warga menjadi 145 juta warga. Kebiasaan Warganet menarik dengan mengacu pada data APJII 2016: yaitu, motivasi Warganet Indonesia untuk mengakses Internet (dalam jawaban terbuka) adalah bahwa media massa atau berita tidak online tetapi di media sosial dan hiburan.

Menurut Reuters Institute, 51% responden mengatakan mereka menggunakan media sosial sebagai sumber berita. Portal berita tidak lagi dianggap sebagai sumber utama informasi. 12% responden mengatakan bahwa media sosial adalah sumber utama berita.

Itu juga muncul dari sumber yang sama bahwa anak muda adalah generasi yang mengandalkan media sosial sebagai sumber utama berita dibandingkan dengan media tradisional seperti televisi. 28% remaja berusia antara 18 dan 24 menyatakan bahwa media sosial terutama merupakan sumber berita, dibandingkan dengan hanya 24% dari televisi.

Selain media sosial, temu berita juga berkembang sebagai tempat publik menerima berita. Perilaku orang yang menerima informasi juga berubah.

Menurut Reuters Institute, 36% responden mengatakan mereka telah membaca berita karena secara otomatis direkomendasikan oleh mesin di belakang platform. Dikatakan bahwa metode ini menghasilkan persentase pembaca berita yang lebih besar daripada konten yang direkomendasikan oleh jurnalis atau penerbit.

Konten agregator berita moderat dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan di belakang platform agregator berita mengirimkan informasi berdasarkan minat pada Warganet.

Baca Juga :